Oleh: indrakila | Juni 26, 2008

Rehabilitasi Pantai-Pantai Terabrasi dengan Penanaman Mangrove

hutan mangrove

Abrasi yang terjadi di pantai-pantai di kawasan Indonesia telah menambah kesengsaraan para petani, terutama petani tambak karena merusak lahan mereka, sehingga tambak yang semula produktif nyaris tidak berproduksi sama sekali.

“Karena itu rehabilitasi sangat diperlukan di pantai-pantai ini yang diharapkan dapat selesai pada dua hingga tiga tahun ke depan hingga 2011,” kata Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS) Departemen Kehutanan, Sunaryo, di Semarang Utara, Rabu.

Seusai melakukan penanaman pohon mangrove dan pohon nyamplung di Kecamatan Mangunharjo, Sunaryo menjelaskan, pemerintah sudah sejak beberapa tahun terakhir terus melakukan reklamasi atau rehabilitas pantai dengan tanaman tersebut, di mana penanaman pohon ini merupakan suatu upaya mitigasi (upaya menurunkan gas rumah kaca) dan untuk mencegah abrasi pantai.

Untuk menyelesaikan rehabilitasi pantai ini, menurut Dirjen, perlu kontribusi semua pihak termasuk para pengusaha, sehingga akan berjalan lebih cepat.

Selain tanaman mangrove dan pembangunan sabuk pantai sebagai pencegah abrasi, penanaman pohon nyamplung juga sudah dilakukan di beberapa daerah seperti di pantai Cilacap, di Cipatat (Jawa Barat) serta akan dilakukan di daerah Karawang.

“Tanaman ini mempunyai manfaat ganda selain memberikan kontribusi kehidupan pantai, juga buahnya setelah dikeringkan bisa dibuat bahan bakar dan saat ini baru terbatas untuk minyak pelumas senjata,” katanya seraya menambahkan bahwa buah nyamplung ini mempunyai kandungan minyak sekitar 70 persen

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan di Jawa Tengah terdapat 13 kabupaten yang punya potensi mangrove. Dari sekitar 95.000 hektar tanaman mangrove di Jateng, sekitar 23.000 ha rusak dan yang sudah direhabilitasi baru sekitar 11.000 ha.

“Sisanya sekitar 12.000 ha lagi diharapkan dapat diselesaikan hingga 2011,” katanya.

Sebanyak 30.000 pohon mangrove dan 1.000 tanaman nyamplung, yang merupakan sumbangan Dinas Kehutanan Provinsi Jateng dan PT Semen Gresik itu akan ditanam di kawasan pantai di Kecamatan Mangunharjo, sebagai upaya mencegah abrasi pantai agar tidak meluas.

Sumber: http://www.antara.co.id


Responses

  1. piye kabare???
    jan,lis,stel,da,ya,luk,fit,sep????
    adek2,mas2,mbak2,,,,,
    I MISS U ALL
    kapan qt ktmu lagi????

  2. Horeeeee…….. mas erikkkk……aku berhasilllll

  3. mas erikkkk………carane daftar milist iku piye?cz email ku keblokir aku arep ngawe maneh……..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: