Oleh: indrakila | Mei 20, 2008

Ujung Kulon Dihuni Seribu Burung Langka

merak ijo

Populasi burung langka di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mencapaiseribu ekor dari 17 spesies. Kelestarian mereka membutuhkan pengamanan meski pelaku pemburuan ditangkap pada beberapa hari lalu.

“Saat ini kami mengintensifkan pengamanan karena khawat

ir burung yang dilindungi itu terancam punah,” kata Humas Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten, Enjat Sudrajat, Sabtu.

Menurut dia, hingga saat ini pemburuan burung langka ma

sih berlanjut dan dilakukan dengan cara menjebak atau memberikan getah di atas pohon.

“Saya setiap hari terus melakukan pengawasan di titik-titik

rawan pemburuan seperti di blok perbatasan dengan pemukiman warga,” katanya.

Hasil pemburuan dijual ke Jakarta. Burung Merak dijual den

gan harga antara Rp1,5 sampai Rp3 juta, burung Rangkong bisa mencapai Rp3 juta.

“Kelebihan burung itu selain memiliki warna-warni bulu j

uga bunyi kicauannya sangat merdu,” kata Enjang.

Pengamanan juga diberlakukan untuk satwa langka lainnya seperti banteng, macan tutul, badak jawa bercula satu maupun penyu.

Sementara itu, Kelompok Pencinta Alam dan Pelestarian Sumber Daya Alam, Kabupaten Pandeglang, Ade Supriyadi (45), mengatakan, pihaknya meminta petugas T

NUK bertindak tegas terhadap pemburuan binatang-binatang langka di dunia termasuk burung.
“Saya berharap petugas TNUK lebih mengoptimalkan pengamanan, karena belum lama ini dua pelaku pemburuan macan tutul ditangkap polisi. Pelaku itu kini sedang menjalani proses hukuman penjara,” ujar Ade Supriyadi.(*)

Sumber : http://www.antara.co.id/


Responses

  1. Cek…yo!cz bru bikin email

  2. salam sukses slalu yaaaa

  3. kalo gw fikir selama penadah satwanya juga ga ditangkap pasti akan muncul pemburu-pemburu berikutnya,meski pemburu lama tertangkap karena motivnya kan duit.Harapan gw semua pihak harus ikut perduli dengan kelestarian satwa dan alam sekitar karena tanpa keperdulian dari semua pihak,hasil kerja keras segelintir orang yang perduli tidak akan ada artinya.Siapapun anda yok sama-sama jaga kelestarian alam dan segala isinya ok,kita mulai dengan diri dan lingkungan kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: