Oleh: indrakila | Maret 29, 2008

Populasi Elang Jawa Makin Terancam

SUKABUMI, RABU – Populasi elang jawa di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) kian terancam punah menyusul kerusakan kawasan hutan lindung akibat adanya penebangan liar yang dilakukan masyarakat.

“Saat ini populasi elang jawa yang ada tercatat sebanyak 19 ekor dan sebelumnya mencapai 200 ekor,” kata Petugas Pengendalian Ekosistem Hutan di Kawasan Tanaman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Dede Nugraha, Rabu (19/3). Menurut dia, menyusutnya populasi burung yang dilindungi pemerintah itu disebabkan tanaman hutan yang dijadikan sumber makanan menepis bahkan beberapa titik menghilang akibat adanya penebangan liar.

Saat ini, jelasnya, elang jawa yang ada hanya tersebar di daerah Cikaniki, Blok Wates dan Gunung Endut sekitar kawasan hutan lindung TNGHS. Oleh karena itu, pihaknya bersama petugas polisi hutan secara berkala terus melakukan monitoring keberadaan elang jawa, sehingga satwa langka itu tidak terancam punah.

Hingga saat ini, berdasarkan hasil monitoring di lapangan hanya sebanyak 19 ekor burung elang jawa yang masih berkeliaran di kawasan hutan konservasi TNGHS. Akan tetapi, satwa langka itu hingga sekarang belum juga berkembang-biak karena adanya kerusakan kawasan hutan taman nasional itu.

Ia mengatakan, untuk mencegah kepunahan elang jawa di kawasan hutan Gunung Halimun-Salak, maka pihaknya selain melakukan pengamanan ketat juga memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan konservasi. Kawasan hutan lindung TNGHS yang meliputi tiga Kabupaten yakni Lebak, Bogor dan Sukabumi, banyak satwa spesies yang dilindungi pemerintah. Misalnya, elang jawa, owa abu-abu, macan tutul, dan lainnya.

“Kami meminta masyarakat jangan sampai terjadi pemburuan satwa-satwa langka karena akan merugikan anak cucu kita,” ujarnya menambahkan. Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan TNGHS wilayah Kabupaten Lebak, Pepen Rachmat, mengemukakan bahwa hingga saat ini spesies elang yang ada di hutan konservasi terdapat sebanyak 16 jenis, diantaranya elang jawa, elang hitam, elang alap-alap nipon, elang brontak, elang perut karet, elang alap-alap tikus, elang besar laut, dan elang alap-alap jawa.

“Spesies elang tersebut tetap dimonitor petugas, agar tidak terjadi kepunahan,” katanya.

sumber: http://www.kompas.com


Responses

  1. sakjane indrakila iku sing dilakoni yo koyok ngene iki. tapi kok koyo’e indrakila saiki lagi gak mood. paling gara2 lagi keno AUTIS. (jare arek2 sing wis bar rapat soko kediaman sang juragan iwak. mpok Titis.)

  2. ono maneh…kok saiki autis???piye iki??

  3. opo tho…
    hahaha.. arek indrakila tho…

    suwe ga nang base camp.. koyok piye yo.. hahaha…
    sing aktip iku2 terus… ampe bosen… ^^

  4. Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Transcendentalize.

  5. Mo tanya,kira2 skrg jmlh elang jawa di TNGHS brp?
    Jd ingat,dulu himabio jateng ngadain Pelatihan Pengamatam&Identifikasi brg pemangsa.di daerah TNGHS ad ga pelatihan ky gt?Trmksh blsny.

  6. saya sangat menyayangkan kalau elang jawa punah karena burung ini adalah punya ciri khusus dan kalau punah akan menganggu kesimbangan alam di lingkungan tersebut.Mohon perhatian dari pihak berwenang.Sudah saatnya masyarakat kita sadar akan pentingnya lingkungan .Karena bagaimanapun alam harus bisa mendukung untuk kehidupan kita semua kita tidak bisa hidup tanpa kesimbangan alam.

  7. aq kalo naek gunung ungaran,merbabu dan telomoyo msh sering ketemu elang..
    paling sering di gunung merbabu,hampir setiap kali naik pst ketemu..
    sangat indah..
    moga2 bs bertahan,agar anak cu2 qt msh bs melihatnya kelak saat mendaki gunung..

  8. kita hidup didunia,karena adanya kehidupan didunia ini untuk menghidupkan manusia, apa jadinya jika semua yang hidup dialam ( tumbuhan, binatang dll ) ini di sudah tidak ada lagi dialam ini, apakah manusia akan bisa hidup???
    apakah uang bisa menghidupkan manusia ??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: