Oleh: indrakila | Desember 8, 2007

5 Alasan Perkebunan Harus Hindari Pembakaran Hutan

Antara 1997-2006, sebanyak 1.400 megaton per tahun CO2 lepas ke udara akibat kebakaran hutan. Kejadian ini sering diasosiasikan dengan degradasi hutan.

Perusahaan perkebunan seringkali dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Hal itu benar jika memang terbukti perusahaan itu menggunakan metode land clearing dengan menggunakan pembakaran.

“Penggunaan api itu sering dipandang tak mahal, sehingga petani kecil dan perusahaan perkebunan yang tak punya mesin pembersih lahan memilih cara itu,” ungkap Kepala Departemen Kebakaran, Keselamatan dan Penerbangan Asia Pacific Resources International Holding (April), Brad Sanders, dalam presentasi di forestry parallel events di Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12/2007).

Dengan demikian, pembakaran lahan sebagai cara land clearing merupakan cara kuno. Seringkali pembakaran malah mendatangkan biaya yang lebih tinggi akibat kerusakan yang diakibatkan, selain itu juga tidak ramah lingkungan.

Bagi April yang membawahi anak perusahaan Riaupulp, metode pembakaran ini sudah ditinggalkan sejak 1994 lalu. Setidaknya, Riaupulp memiliki 5 alasan ekonomis mengapa metode pembakaran harus dihindari.

“Pertama, biomassa kayu adalah sumber nutrisi jangka panjang untuk tanah, melindungi kualitas air dan erosi tanah berkurang,” kata Brad yang berkewarganegaraan Amerika Serikat itu.

Kedua, kebijakan ‘no burn policy’ meminimalisasi asap untuk melindungi kualitas udara. Ketiga, kayu diperlukan untuk bahan baku pulp dan kertas.

Keempat, Riaupulp tidak menginginkan ada karbon tercampur dalam kayu yang akan diolah karena akan mengurangi mutu. Kelima, kebakaran adalah ancaman utama untuk aset dan operasional perusahaan.

“Terakhir, jika berhasil memerangi api, bisa meredam emisi CO2,” tutup Brad Sanders mengakhir presentasi.

Sumber :  http://globalwarming.detik.com/


Responses

  1. bener juga pernyataan Brad, cuma bisa nggak dia ngobrol yang enak ama orang2 di daerah Banjarwati, lamongan misalnya??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: