Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan Hidup PBB, di mana pada saat itu Severn yang berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yang berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yang terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang.

Saya berada di sini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.

Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Di sini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada di jalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja”, kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
*********************************************************************

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konferensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir di ruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “

*(Copyright from: Moe Joe Free)

disadur dari: http://hakeemchocolate.blogspot.com/

Oleh: indrakila | April 5, 2009

Dukung Komodo Masuk “New Seven Wonder”

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, Minggu, menyatakan optimistis, biawak raksasa Komodo (varanus comodoensis) yang ada di Taman Nasional Komodo (TNK) masuk nominasi tujuh keajaiban dunia baru (new seven wonder).

Dalam hubungan dengan itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan maksimal terhadap TN Komodo yang terletak di wilayah Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Pulau Flores lewat situs http://www.new7wonder.com agar masuk nominasi tujuh keajaiban dunia baru.

Berdasarkan hasil voting sementara, kata Gubernur Lebu Raya mengutip laporan Dinas Pariwisata NTT, TN Komodo sudah berada di posisi sepuluh dari sebelumnya posisi 12 untuk kategori E (forest, national park, natural reserves).

“Posisi ini harus terus kita pertahankan dengan terus memberi dukungan kita kepada TN Komodo lewat situs http://www.new7wonder.com,” katanya dan menambahkan, jika akhirnya TN Komodo masuk dalam daftar tujuh keajaban dunia baru, maka arus kunjungan wisatawan ke TN Komodo diharapkan semakin meningkat.

TN Komodo akan terus bersaing dengan kandidat keajaiban dunia baru lainnya, seperti Amazon (Brazil), Puerta Princesa (Philiphina), Dinosaur Provincial Park (Kanada), Sundarbans Forest dan taman nasional yang tersebar di Afrika seperti Eua National Park (Tonga) dan Okavango (Afrika).

Pada September 2009 mendatang, Yayasan New7wonder Foundation akan menetapkan tujuh keajaiban dunia yang terbaru berdasarkan hasil poling yang dilayangkan lewat situs tersebut.

Komodo ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 6 Maret 1980 yang ditandai dengan peresmian taman nasional tersebut oleh Presiden Soeharto pada saat itu.

Pada 1986, TN Komodo ditetapkan sebagai Cagar Biosfer serta menjadi Situs Warisan Dunia (world heritage site) pada tahun 1991.

Luas kawasan TN Komodo sekitar 173.300 hektare yang meliputi wilayah daratan seluas sekitar 40.728 hektare dan wilayah perairan seluas sekitar 32.572 hektare.

Ada tiga pulau masuk dalam kawasan TN Komodo, yakni Pulau Komodo (33.937 hektare), Pulau Rinca (19.625 hektare) dan Pulau Padar (2.017 hektare). Kawasan TN Komodo berada di ketinggian sekitar 735 meter di atas permukaan laut.

Menurut data yang dilaporkan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), binatang purba yang diduga kuat sebagai kembaran manusia itu, tercatat sekitar 1.500 ekor hidup di Pulau Rinca, sementara 1.500 ekor lainnya terdapat di Pulau komodo serta beberapa ekor komodo lainnya hidup di Pulau Padar dan Pulau Gili Motang.

Dalam kawasan TN Komodo, khususnya di Pulau Komodo, tercatat sekitar 360 kepala keluarga (KK) yang hidup di pulau tersebut, namun mereka tidak pernah membunuh biawak raksasa itu, karena telah dianggapnya sebagai leluhur.

Konon, orang asli Komodo meyakini satwa purba tersebut merupakan anak dari hasil perkawinan antara leluhur mereka bernama Majo dan seorang putri naga ajaib.

Dari perkawinan itu, putri naga melahirkan anak kembar yakni seorang pria berwujud manusia yang dinamai “Gerong” dan seorang putri berwujud naga yang dinamai “Ora”, sehingga sampai sekarang orang Komodo tetap menamai binatang langka dunia itu dengan sebutan “Ora”.

Dahulu kala, Pulau Komodo hanya dihuni oleh sedikit orang asli Komodo, namun sekarang jumlah penduduk di pulau kecil di ujung barat Pulau Flores itu terus bertambah seiring dengan masuknya suku Bima, Bajo, Bugis, Sumba, Ambon dan sedikit orang Flores.

Dengan mengacu pada sejumlah elemen tersebut, Gubernur NTT Frans Lebu Raya optimistis, TN Komodo masuk dalam tujuh keajaiban dunia baru (new seven wonder).

Dalam hubungan dengan itu, ia mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat di NTT dan seluruh Indonesia lewat situs http://www.new7wonder.com agar TN Komodo masuk dalam nominasi tujuh keajaiban dunia baru.

sumber : http://www.antara.co.id

Oleh: indrakila | Maret 25, 2009

Air Jadi Barang Mahal

Air menjadi barang mahal dan semakin susah diakses oleh masyarakat, bahkan terbitnya UU no. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air sangat kental dengan nuansa privatisasi air, kata pemerhati lingkungan Bengkulu, Ali Akbar terkait peringatan Hari Air Sedunia, Minggu.

Menurut dia pemerintah harus membatalkan UU tersebut karena jelas membatasi akses masyarakat terhadap sumber daya yang menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia itu.

“UU ini juga bertentangan dengan UUD yang menyebutkan bahwa bumi, air dan segala isinya dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan rakyat, sehingga kebijakan yang membatasi rakyat terhadap air bertentangan dengan UUD,” katanya.

Mantan Direktur Walhi Bengkulu ini mengatakan seharusnya pemerintah bertanggungjawab melindungi dan melestarikan sumber daya air untuk rakyat, bukannya melegalkan kelompok tertentu untuk menguasai sumber air dan menjadi barang dagangan.

Secara keseluruhan kata dia, perlindungan air sebagai barang publik masih rendah bahkan pemerintah membiarkan sumberdaya air mengalami degradasi seperti pencemaran limbah industri yang dibuang ke sungai yang merupakan sumber air bersih bagi rakyat.

“Dan bagaimana pemerintah mengabaikan perubahan fungsi hulu dan sempadan sungai untuk perkebunan sawit khususnya di Bengkulu,” katanya.

Sementara itu Direktur Yayasan Ulayat, Trioka mengatakan belum ada peningkatan pengelolaan Sumber Daya Air yang dilakukan pemerintah saat ini.

Bahkan pemerintah cenderung melegalkan pembatasan akses masyarakat terhadap air bersih dengan mendesain pembangunan yang justru mencemari sumber air bersih bagi masyarakat.

“Seperti hancurnya akses air bersih masyarakat di sekitar Sungai Susup akibat proyek amburadul PLTA Musi yang sangat merusak lingkungan dan bagaimana Sungai Air Bengkulu yang menjadi sumber PDAM Kota Bengkulu yang tingkat pencemarannya sangat tinggi dan tidak layak konsumsi,” jelasnya.

Oka berharap pemerintah bisa membentuk sebuah forum, badan atau dewan yang bisa mengkoordinasikan aktivitas sejumlah pihak yang bertanggung jawab atas kelestarian sumber daya air seperti Balai Pengelolaan DAS dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang pengairan.

“Seharusnya dua pihak ini juga sudah bisa melakukan tugasnya untuk kelestarian sumber daya air dan yang lebih penting pemerintah kita mau belajar dari situasi yang ada jika tidak ingin Bengkulu mengalami bencana krisis air,” katanya.(*)

Sumber : http://www.antara.co.id

Sekitar 460 ribu hektar hutan di Kalimantan Tengah yang sudah berubah fungsi, sekarang dibiarkan terlantar setelah status kawasan hutannya dilepaskan bertahun-tahun lalu.

“Hutan itu dulu dilepas dengan alasan untuk pengembangan perkebunan. Tapi setelah statusnya berubah dan sebagian kayunya hilang, tetap juga belum jadi perkebunan,” kata Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kahayan, Muswir Ayub, di Palangka Raya, Sabtu.

Mengacu data Direktorat Pengukuhan dan Perpetaan Hutan, Departemen Kehutanan telah melepas kawasan hutan seluas 619.868 hektare di Kalimantan Tengah hingga akhir 2007.

Dari luas pelepasan kawasan hutan tersebut, sekitar 292.996 hektar telah mendapat hak guna usaha (HGU), tapi hanya 157.559 hektar yang telah direalisasikan untuk perkebunan, umumnya kelapa sawit.

“Kami tidak tahu pasti kenapa areal bekas hutan itu tidak juga dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya. Persoalan kayunya sudah habis ditebang atau tidak kami juga tidak tahu karena tidak pernah melakukan pengecekan lapangan,” kata Muswir.

Muswir menambahkan, secara umum Departemen Kehutanan telah mencadangkan 1,805 juta hektar areal hutan di wilayah itu untuk kegiatan budidaya perkebunan.

Sementara itu, para aktivis lingkungan di Kalteng sebelumnya menuding upaya pelepasan kawasan hutan itu sebagai bentuk upaya terencana untuk menebang kayu-kayu di kawasan yang berhutan lebat.

Save Our Borneo sempat memaparkan data yang menyebutkan sedikitnya 446.455 hektar kawasan hutan baik hutan produksi (HP) maupun hutan produksi terbatas (HPT) yang dimohonkan untuk dilepaskan menjadi perkebunan sawit.

Menurut Nordin, kawasan-kawasan yang dimintai izin pelepasan kawasan hutan itu rata-rata masih mempunyai hutan dengan potensi kayu yang melimpah, bahkan beberapa termasuk penyangga bagi kawasan konservasi.

“Setelah memperoleh izin pelepasan kawasan hutan, banyak pihak akan ramai-ramai menebang kayunya sedangkan lahannya ditinggalkan begitu saja. Kami harap permintaan itu ditolak saja,” tegas Nordin.

Meskipun diupayakan untuk perkebunan, Nordin menilai, tetap akan berdampak buruk karena pembukaan kawasan hutan dalam skala besar akan mengganggu kelestarian lingkungan hidup.

Sumber : http://www.antara.co.id

Oleh: indrakila | Januari 5, 2009

Ratusan Pendaki Terjebak di Gunung Dempo Sumsel

Aktivitas Gunung Api Dempo, di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (1/1) bersamaan Tahun Baru 2009 lalu yang mengalami peningkatan, selain menimbulkan hujan abu, juga diketahui saat ini terdapat sejumlah pendaki masih berada di gunung itu.

Menurut Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Slamet, ketika dikonfirmasi hari Jumat, mengungkapkan, berdasarkan informasi dari para pendaki yang sudah mulai turun, saat kejadian itu masih banyakpendaki yang berada di puncak Dempo yang mengalami luka-luka dikarenakan terkena hembusan belerang yang disertai dengan hujan abu akibat aktivitas gunung apai itu.

Namun, jumlah pendaki yang ada belum dapat dipastikan karena salah seorang petugas di Pos Pemantau Gunung Api Dempo yang juga ikut naik ke puncak Dempo itu, belum pulang sejak dua hari yang lalu.

Padahal untuk melakukan hubungan komunikasi tidak dapat dilakukan, mengingat petugas tidak membawa peralatan komunikasi.

Tetapi yang paling berbahaya adalah jiwa para pendaki itu sendiri, dikarenakan hembusan belerang di puncak Dempo biasanya bercampur gas beracun, sehingga berbahaya jika terhirup.

Apalagi jika mendirikan tenda yang berada dekat bibir kawahnya.

Berdasarkan pengamatan pos gunung api itu, pada Kamis (1/1), terjadi getaran gempa dan hembusan yang menyebabkan terjadi hujan abu itu yang terjadi satu kali sekitar pukul 10.50 WIB.

Tetapi hembusan itu tidak bisa dilihat secara visual, karena puncak Dempo tertutup kabut, dan hanya bisa dipantau melalui alat seismograf sehingga sebesar apa penyebaran hujan abu tersebut tidak dapat diketahui.

Namun sampai saat ini, hujan abu tersebut sudah sampai di kawasan Gunung Gare, Pagar Alam.

Aktivitas tersebut tidak begitu berbahaya, karena kawah terbuka, sehingga pergerakan magma di dalam dapur magma menjadi terbuka dan tidak terjadi tekanan keluar.

Berbeda jika mulut kawah tertutup dan dapat menimbulkan ledakan yang dahsyat.

Sumber : http://www.antara.co.id

Oleh: indrakila | Januari 2, 2009

Kode Daur Ulang Plastik

Sering kita jumpai kode-kode di barang plastik, nah sebaiknya kita tahu arti dari kode-kode tersebut untuk kesehatan kita. Kode-kode tersebut dikenalkan sejak tahun 1988 oleh The Society of The Plastics Industry,Inc. (SPI)  dan kita sebagai pengguna barang dari plastik sepatutnya tahu. Karena ada kalanya barang plastik tersebut tidak cocok bahkan tidak direkomendasikan untuk hal-hal tertentu. Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga dan di dalam segi tiga akan terdapat angkaserta nama jenis plastik dibawah segitiga tersebut

Biasanya Kode-kode yang tertera adalah sebagai berikut:

1. PET — Polyethylene Terephthalate

–  Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga

–     Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

–  Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Dijawab oleh artikel ini: Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)

–  Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan.

–  Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

2. HDPE — High Density Polyethylene

–  Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.

–  Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.

–  HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

–  HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.

–  Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu

3. V — Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC

(polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.

–  Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.

–  PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.

–  Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

–  Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4. LDPE — Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE
–       LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk

tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

–  Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

–  Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.

–  Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP — Polypropylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP
–     PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan

minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

–  Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap

–  Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6 . PS — Polystyrene

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS
–     PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.

–  PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.

–  Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.

–  Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

–  Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

–  Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER
–    Other (SAN – styrene acrylonitrile, ABS – acrylonitrile butadiene styrene, PC – polycarbonate, Nylon)

–  Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?

Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.
Tips

1. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan polycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, polyethylene, atau polypropylene. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, atau polyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.

2. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

3. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.

4. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.

5. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di microwave oven.

6. Cobalah untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan stainless steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman

7. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.

8. Terapkan, sebarkan dan ajaklah setiap orang di lingkungan rumah, kantor, sekolah, kampus, dan di manapun untuk mengetahui informasi ini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

9. Ajukan kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan berkenaan dengan plastik ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bupati Wakatobi, Ir Hugua, dalam rangka penyelamatan ekosistem laut di Kepulauan Wakatobi. Sebagaimana diketahui, Kepulauan Wakatobi memiliki ekosistem terumbu karang terbanyak dan terbaik di dunia pada saat ini.

–  PC – Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.

–  Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

–  Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

–  SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.

–  Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.

–  SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

-dikutip dari pelbagai sumber-

Oleh: indrakila | Januari 2, 2009

Semua Kayu Malaysia dari Indonesia Ilegal

Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan semua kayu Malaysia yang berasal dari Indonesia merupakan kayu ilegal.

“Sudah jelas kayu-kayu itu ilegal, contohnya yang di Serawak. Mereka bilang itu kayu legal karena ada dokumennya, tapi ternyata terbukti itu dokumen palsu jadi benar bahwa kayu dari Indonesia itu ilegal,” kata Kaban saat penanaman 500 pohon di Teater Kalong milik WS Rendra, Depok, Rabu sore (31/12).

Ia menyesalkan sikap pemerintah Malaysia yang justru “ngotot” bahwa kayu-kayu yang berasal dari Indonesia adalah kayu legal dan bukan kayu ilegal berdokumen palsu.

“Seharusnya mereka kan ikut menjaga hutan tropis kita, bukan malah bersikap seperti itu. Ini kan justru memperburuk hubungan kedua negara,” tambah Kaban.

Kaban menjelaskan bahwa untuk menangkal illegal logging pemerintah Indonesia telah ikut dalam program sertifikasi kayu Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk lacak balak. Sehingga kayu yang dapat keluar dari Indonesia hanya kayu legal bersertifikat, dan ramah lingkungan untuk dibeli.

Ia menambahkan seharusnya solidaritas negara ASEAN bersifat menyeluruh ke berbagai sektor. Pertemuan antar negara pun telah dilaksanakan untuk membicarakan upaya menanggulangi bencana perubahan iklim.

Hasilnya, menurut Menhut, cukup baik mengingat angka illegal logging semakin berkurang di tahun 2008 ini dibanding periode 2003 hingga 2005 lalu yang mencapai ribuan. Saat ini ada 300 kasus illegal logging yang terjadi di wilayah Indonesia.

Degradasi hutan Indonesia pun dari tahun ke tahun menyusut, kata Kaban. Ada dua data yang menjadi pegangan Dephut dalam soal degradasi hutan yakni data pertama menyebutkan 700.000 hektar sedangkan data kedua menyebutkan 1,08 juta hektar.

Sumber : http://www.antara.co.id

Kijang Gunung (Muntiacus Montanus), species kijang yang tidak ditemukan dalam 100 tahun dan dianggap telah punah ditemukan kembali di Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera, oleh tim Pelestarian Harimau Sumatra (PHS) dari Balai Taman Nasional Kerinci Seblat dan Fauna dan Flora International (FFI).

“Pertama kali ditemukan pada 8 Agustus 2002 saat Montanus terjerat perangkap pemburu dan tim kami melepaskannya,” kata Perwakilan dari FFI Indonesia, Dr J Sugardjito, di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan species yang dianggap punah ini ditemukan diketinggian 2.400 meter Gunung Kerinci, sekitar 15 kilometer dari lokasi penemuan type specimen yang sama yang ditemukan di daerah Sungai Kring oleh Robinson dan Kloss pada tahun 1914.

“Saat melakukan ekspedisi tersebut Robinson dan Kloss hanya menemukan bukti tengkorak dan kulitnya saja. Bukti tersebut disimpan di Raffles Museum Singapore, tapi hilang saat evakuasi pada tahun 1942 dimana Jepang menduduki Singapura,” ujar dia.

Untuk saat ini foto Kijang Gunung yang dimiliki oleh tim PHS dari Balai Taman Nasional Kerinci Seblat dan FFI, merupakan satu-satunya bukti di dunia bahwa species tersebut masih hidup di Taman Nasional Kerinci.

Sementara itu, menurut peneliti mamalia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DRB Gono Semiadi, untuk meyakinkan ahli bahwa temuan ini merupakan Kijang Gunung yang telah punah dibutuhkan waktu satu tahun untuk penelitian.

“Keyakinan sudah ada dari foto dan catatan dari buku-buku taxonomi, tetapi untuk bisa yakin 100 persen perlu ada pembanding yaitu tengkorak asli Kijang Gunung tersebut. Sayangnya yang di Singapura hilang, karena itu kami coba meminjam dari pemburu yang mungkin memilikinya,” ujar dia.

Menurut dia, specimen dari kijang yang telah punah ini didapat dari Belanda pada 1930. Sedangkan deskripsi awal dari Robinson dan Kloss bukan saja warna kulit yang lebih gelap yang berbeda dengan jenis kijang muntjak yang biasa ditemui di Sumatra, Bangka, dan Malaysia, tetapi juga tetapi ukurannya yang lebih kecil.

Foto yang dimiliki FFI tersebut telah diteliti oleh Peneliti Inggris Robert Timmins, Profesor Dr Colins Grove dari Australian National University, dan DR Gono Semiadi dari LIPI.

sumbar : http://www.antara.co.id

Oleh: indrakila | September 14, 2008

Pulau Sempu, Malang Dihuni Ratusan Burung Langka

Ratusan burung langka kembali ditemukan di cagar alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejumlah burung yang ditemukan itu migrasi dari sejumlah negara.

“Burung langka yang ditemukan di Pulau Sempu hasil pengamatan dengan melibatkan pengamat burung dari berbagai daerah,” kata Direktur Eksekutif ProFauna Indonesia di Kota Malang, Jawa Timur, Asep Rahmat Purnama kepada wartawan, Selasa (21/8/2007).

Asep menjelaskan sejumlah burung langka itu antara lain jenis Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Julang Emas (Aceros undulatus), Rangkok Badak (Buceros rhinoceros), Pelatuk Ayam (Dryocopus javensis), Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris) dan Alap-Alap China (Acipiter soloensis).

Hasil pendataan menemukan 144 jenis burung. Jumlah ini lebih banyak dibanding temuan tahun 2000 yang hanya mendata 80 jenis burung.

Sebagian besar, kata Asep, burung langka itu asli Indonesia. Namun, juga ditemukan sejumlah jenis burung yang bermigrasi dari berbagai negara di belahan bumi bagian utara yang terbang menuju belahan bumi bagian selatan. Sebab di utara memasuki musim dingin.

Pengamatan burung itu dilakukan selama tiga hari pada 10-12 Agustus 2007, dikemas dalam lomba Indonesian Bird Race (IBR) V, melibatkan 23 organisasi pecinta burung se-Jawa dan Bali. Lomba memperebutkan hadiah teropong binokuler.

Penemuan ini, kata Asep, sangat menggembirakan. Sebab menunjukkan Pulau Sempu sebagai cagar alam yang cocok bagi kehidupan satwa liar dan memiliki nilai konservasi tinggi.

Selain burung langka, lanjutnya, kawasan Cagar Alam Pulau Sempu seluas 877 hektar, juga menjadi ekosistem hutan bakau, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, dan danau.

Di kawasan itu memiliki keunikan dan kekayaan hayati cukup tinggi, cocok untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

sumber : http://www.burung.org

Oleh: indrakila | September 11, 2008

Indonesia Negara Paling Boros Energi

Indonesia negara paling boros energi dibanding banyak negara di dunia seperti Perancis, AS, Kanada, Jepang, Inggris, Jerman, bahkan dibanding Malaysia dan Thailand.

“Jargon kita biar miskin asal sombong harus diubah,” kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi Departemen ESDM, Evita Legowo, pada Seminar Membangun Strategi Ketahanan Energi yang Berkelanjutan di UI Depok, Rabu.

Ia menerangkan, konsumsi energi per kapita Indonesia memang kecil yakni 0,467 toe per kapita dibanding misalnya Jepang 4,14 toe per kapita, namun demikian, intensitas energi Indonesia sampai 470 toe per juta dolar AS PDB sementara Jepang hanya 92,3 toe per juta dolar AS PDB.

Sehingga perbandingan elastisitas, pemakaian energi Indonesia menjadi sangat tinggi yakni 1,84, sementara Jepang hanya 0,1, sedangkan Malaysia 1,69, Thailand 1,16, Perancis 0,47, AS 0,26, Kanada 0,17, Inggris -0,03 dan Jerman -0,12, ujarnya.

Karena itu, sebagai negara boros dan yang 51,66 persen kebutuhan energinya dipasok oleh minyak, Indonesia sempat mengalami “shock” atas terjadinya kenaikan harga minyak dunia.

Evita menegaskan, hanya negara yang memiliki efisiensi energi yang tinggilah yang tidak terpengaruh oleh harga minyak. Demikian pula, negara yang segera mengembangkan energi alternatif dan negara yang memiliki kebijakan harga energi sesuai mekanisme pasar.

Sementara itu, Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan, dalam kesempatan yang sama mengatakan, pemerintah akan mengusulkan regulasi Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pasok dalam negeri batubara untuk PKP2B (perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara) dan KP (kuasa pertambangan).

Selain itu diusulkan adanya kewajiban terhadap perusahaan pertambangan untuk memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri, juga kebijakan penetapan harga jual batubara.

Ia mengatakan, Indonesia seharusnya malu pada China dan India yang daya serap batubara dalam negerinya sangat tinggi.

“Produksi batubara kita 220 juta ton per tahun, tetapi hanya 20-25 persen yang diserap di dalam negeri, sisanya diekspor. Padahal China yang produksi batubaranya 2,2 miliar ton dan India 800 juta ton tidak bisa memenuhi permintaan ekspor karena dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi dalam negeri,” katanya.

sumber : http://www.antara.co.id

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.